Kata Pengantar
Puji syukur senantiasa penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehigga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Sumber daya alam perbaharui”
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak romadhoni syahputra, S.T..M.T. selaku dosen pembina mata kuliah teknik kimia dan lingkungan
Penulis menyadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mohon maaf apabila dalam makalah ini banyak kesalahan. Semoga bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.............................................................................................. 4
C. Tujuan................................................................................................................ 4
D. Manfaat............................................................................................................. 4
BAB II LANDASAN TEORI
1. Pengertian bahan bakar...................................................................................... 5
2. Pengertian hidrogen........................................................................................... 5
3. Fungsi H2O ............................................................................................... 6
4. Sistem kerja motor dan mobil............................................................................ 6
5. Prinsip kerja….................................................................................................. 7
BAB III PEMBAHASAN dan ANALISIS
1. Alat dan bahan................................................................................................... 8
2. Skema percobaan.............................................................................................. 8
3. Cara melakukan percobaan.............................................................................. 9
BAB IV KESIMPULAN
1. Kesimpulan..................................................................................................... 10
BAB V PENUTUP
1. Daftar pustaka................................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah
Dewasa ini, sangatlah mudah untuk mendapatkan kendaraan bermotor. Bukan hanya dari kalangan ekonomi menengah atas, kalangan ekonomi menengah kebawah pun bisa mudah untuk memiliki kendaraan bermotor tersebut. Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat indonesia. Oleh karen itu, tidak heran jika kita melihat kendaraan bermotor pada daerah padat penduduk maupun yang tidak.
Sehingga banyak pemakaian kendaraan berbahan bakar minyak ini tidak dapat dibatasi. Hal ini berdampak positf dan negatif. Salah satu dari dampak negatif ialah kelangkaan sumber daya aksi tersebut yaitu BBM ( Bahan Bakar Minyak ). Banyak sumber daya pengganti bahan bakar yang bisa dipakai terus-menerus, produktif dan ramah lingkungan seperti halnya yang setiap saat kita jumpai bahkan yang pasti kita gunakan setiap harinya. Sumber daya itu adalah Air yang berunsur senyawa H2O.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Mengapa air dapat digunakan sebagai bahan bakar motor danmobil?
1.2.2. Bagaimana proses air dapat diubah sebagai bahan bakar motor dan mobil ?
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Dapat mengetahui fungsi dari H2O dan air mineral
1.3.2. Dapat memahami cara kerja unsur H2O pada motor dan mobil
1.3.3. Dapat memahami cara kerja dari mesin motor dan mobil
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1. Mendapatkan informasi mengenai unsur H2O
1.4.2. Mendapatkan ilmu-ilmu baru mengenai sumber daya alam pembaharuan
1.4.3. Mendapatkan informasi tentang sistem kerja mesin motor dan mobil
BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Pengertian Bahan bakar
Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran ( reaksi redoks ) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direakskan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir ( Fisi nuklir ). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai adalah logam radioaktif.
II.2 Pengertian Hidrogen
Hidrogen adalah unsur paling sederhana yang tersusun dari satu proton dan satu elektron. Hidrogen mencakup lebih dari 90% komposisi alam semesta. Lebih dari 30% massa matahari adalah atom-atom hidrogen. Hidrogen adalah unsur paling melimpah ketiga pada permukaan bumi, dan kebanyakan terdapat dalam air. Pada kodisi normal, hidrogen tidak berwarna, tidak bau, tidak memiliki rasa, dan merupakan gas yang tidak beracun yang tersusun dari molekul-molekul diatomik (H2). Sifat-sifat ini mendorong para ahli untuk memanfaatkan hidrogen dalam penyediaan energi. Oleh karena itu, hidrogen dapat dimanfaatkan di dalam sel bahan bakar untuk memproduksi daya dengan efisiensi yang tinggi
II.3 Fungsi Air sebagai Bahan Bakar
Air merupakan sumber daya alam yang selalu kita jumpai. Sumber daya alam ini termasuk suber daya alam yang dapat diperbaharui. Air memiliki beberapa fungsi di kehidupan sehari-hari. Namun, saat ini air bisa digunakan sebagai bahan bakar yang dapat digunakan oleh motor, mobil, dan pesawat. Hal tersebut tentunya memiliki beberapa proses khusus dan spesifik sehingga air bisa dijadikan sebagai bahan bakar kendaraan. Hal ini dikarenakan, unsur-unsur yang terdapat dalam air merupakan suatu ikatan yang membentuk H2O menjadi 2H+ + O2-. Kedua unsur tersebut dipisahkan dengan menggunakan alat stainless steel electroda dan dapat menghasilkan gelembung hidrogen. Gelembung hidrogen itulah yang dapat memberikan energi pada pembakaran, sehingga energi tersebut jika disulutkan oleh percikan api maka gelembung tersebut akan terbakar seperti halnya BBM atau premium dan solar.
II.4 Sistem kerja mesin motor dan mobil
Motor empat langkah adalah mesin pembakaran dalam, yang dalam satu kali siklus pembakaran akan mengalami empat langkah piston. Sekarang ini, mesin pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, pesawat terbang, kapal, alat berat dan sebagainya, umumnya menggunakan siklus empat langkah. Empat langkah tersebut meliputi langkah hisap (pemasukan), kompresi, tenaga dan langkah buang. Yang secara keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol (crankshaft) per satu siklus pada mesin bensin atau mesin diesel
II.4.1 Prinsip Kerja
Istilah-istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif yang harus diketahui untuk bisa memahami prinsip kerja mesin ini:
· TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre): Posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
· TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre): Posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
Langkah ke 1
Piston bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup, mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas (sebagian besar mesin bensin) terhisap masuk ke dalam ruang bakar. Proses udara atau gas sebelum masuk ke ruang bakar dapat dilihat pada sistem pemasukan.
Langkah ke 2
Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk dan keluar tertutup, mengakibatkan udara atau gas dalam ruang bakar terkompresi. Beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA, waktu penyalaan (timing ignition) terjadi (pada mesin bensin berupa nyala busi sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan (suntikan) bahan bakar).
Langkah ke 3
Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Langkah ini adalah proses yang akan menghasilkan tenaga.
Langkah ke 4
Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk tertutup dan katup keluar terbuka, mendorong sisa gas pembakaran menuju ke katup keluar yang sedang terbuka untuk diteruskan ke lubang pembuangan.
BAB III
PEMBAHASAN/ANALISIS
III.1 Alat dan bahan
Alat
- Tabung tahan panas dan anti leleh
- Selang penghubung H2O
- Selang penghubung BBM
- Stainless steel electroda
- Kabel penghubung stainless steel electroda
- Sumber tegangan listrik
Bahan
- Selang penghubung H2O
- Selang penghubung BBM
- Stainless steel electroda
- Kabel penghubung stainless steel electroda
- Sumber tegangan listrik
Bahan
- H2O
- BBM ( Bahan Bakar Minyak)
SKEMA PERCOBAAN
BAB IV
PENUTUPAN
Kesimpulan
