Welcome to my blog@Zulfikaral-fatih.blogspot.com

Selasa, 16 Februari 2016

Hakikat Kerja Keras yang Dijalankan



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNxgm2TxbhzFW7jgWiPW190TJ0Iyc2ej5_R8S02103RsjTGk23yfJdOd5XVPybV73qWnAe7xCQVReKZlpMfBoMhUP6nbkMK0tYp8P334IVNyNMxxSCXIGtJzh3gzAtGJ9Dzu2ljCSU2pI/s1600/orang-cina-kerja-keras.jpg

Tak terasa impian itu akan datang, keinginan yang hanya selintas dalam pikiran namun menghunjam dalam nurani kecil insan itu, telah sekian lama pelipur lara yang perlahan muncul diatas permukaan, sekiranya itu yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim a.s  bersama pasangan nya yaitu Hajar yang telah dikaruniai oleh ciptaanNya yang dititipkan kepada mereka berdua yaitu Ismail putra mereka dikala usia mereka berdua telah senja. Namun tetap saja hakikat kebahagian itu telah mutlak, yang hanya sementara dirasakan oleh mereka berdua, perasaan gundah nampak dalam benak sang Ibrahim. Mungkin perasaan itu telah datang ketika Allah telah memberikan suatu amanat yang sangat memberatkan perasaannya walaupun sudah sehalnya dapat diterima dengan ikhlas hati tugas dari Rabb semesta alam sebagaimana konsekuensi Rasul di zaman itu. Hajar sebagai pasangan yang fitrah pun dengan perasaannya yang lembut menyentuh hati kecil sang suami dengan penuh makna “apakah ini tugas dari Allah SWT ??”, dan Ibrahim pun terdiam,, kemudian sahut kembali Hajar kepada Ibrahim “Jika ini memang tugas dari Allah SWT, maka sungguh Allah SWT pun tidak akan menyia-nyiakan kami walau di tempat yang sepi dan sunyi ini” jawab sang istri lembut. Perasaan berat pun nampaknya agak berkurang dalam benak Ibrahim ketika itu dikarenakan sepatah kata motivasi kecil dari sang istri dengan keyakinan yang sudah tertanam rapi dalam hati, dengan berat hati pun Ibrahim berangkat menjaankan tugasnya untuk mendakwahkan risalah tauhid disuatu negri ketika itu.
Hari itu pun telah tiba, nampak kecemasan semakin menghujani perasaan hajar ketika itu, walaupun memang belum nampak esensi Rabbnya yang sedang menunjukan arti dari kekuasaanNya kepada insan tersebut. Luasnya padang pasir dan sepi nya hal-hal yang hidup diatas permukaannya, bahkan beberapa tanaman pun cukup enggan akan hadir diatas tanah tersebut, dan sekali lagi itu tidak mengecilkan hati nurani insan perempuan. Tak terasa semakin terdengar nyring isak tangis Ismail kecil dikarenakan lapar dan haus yang dialami anak ini. tentunya sepintas hal yang difikirkan oleh setiap insan adalah bagaimana agar dapat keluar dari kondisi yang sangat tidak dapat dilogikan secara sederhana ini. Namun sekali lagi keimanan yang menghunjam dalam hati Hajar akan keyakinan pada suaminya bahwasanya Rabb kita tidak akan pernah menelantarkan kami walau tidak menyisahkan nan yang nampak di padang itu. Memang, keyakinan yang telah cukup lama hadir didalam hati itu mungkin belum cukup untuk membuktikan kerja keras yang dilakukan oleh Hajar. Satu hal, dia menyadari di tempat itu tak ada insan sedikit pun untuk berbagi kesah, yang terdengar hanyalah isak tangis dari bayi itu.
Hajar pun berlari, menyusuri jalan diantara 2 bukit yang menyergap kegersangan yang menghasilkan fatamorgana semata. Hajar masih menyusuri alan tersebut sembari mencari yang sehalnya bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh mereka berdua, hingga tak terasa langkah-langkah nya telah menyisakkan jejak-jejak kecil diantara dua bukit itu yaitu safa dan marwah sebanyak 7 kali safa dan marwah telah dilewatinya. Mungkin dia tahu tidak pernah ada air di sana. Barangkali Hajar hanya menunjukan kesungguhannya pada Rabb nya karena dalam hati yang telah menyakininya akan tekad nya yang kuat.
Tak terasa keajaiban itu terpancar, terlihat kubangan kecil yang sejuk. yaa.. itu Zam zam ! nampak nya Allah telah membuktikan akan kebesaran nya, ya.. berkah tersebut tidak keluar dari jejak-jejak dalam penelusuran Hajar diantara 2 bukit tersebut, akan tetapi air tersebut muncul dari kaki ismail yang meraung-raung sembari menjejak-jejak diatas tanah tersebut. Hajar pun takjub akan keajaiban yang datang tersebut. Terkadang hasil dari kerja keras tak terletak pada ikhtiar-ikhtiar kecil kita..
     Hajar telah membuktikan bahwa hakikat kerja keras itu bukan menampakkan akan hasil yang dilakukan dari ikhtiar tersebut, melainkan hakikat itu menunjukkan akan kesanggupan dan kesungguhan kita kepada Allah SWT. Hendaknya kita bekerja dengan makna hati nurani yang tulus dengan dihunjamkan keyakinan yang telah mengakar bagaikan tunas pohon kecil yang tertanam didalam tanah yang padat nan subur, kemudian biarkan hasilnya akan datang yang telah diiringi oleh ikhtiar tersebut, bukan permasalahan apa yang telah dihasilkan dalam proses-proses panjang itu, akan tetapi seberapa besar kerja keras yang telah kita lalui dalam proses-proses itu. Mengutip sedikit dari perkataan syaikh Al-bani “jangan menyerah di jalan Allah, karena tugas kita bukan untuk sampai di punghujung jalan tersebut melainkan agar kita bisa mati diatas jalanNya”.



Jumat, 12 Februari 2016

NASIHAT KECIL KEPADA PARA PEMBURU ILMU



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5c3lar9UIY3ONXA5rYFOLQmVG0Pkii6gSi1Ms3TKhAcgZM6f-Ni9WXCW43z-JtHkqHlO0dUM06_rNG2GNLhrXWncbw1Ne55klUxBeS3Cd6rEJnpTeaIwUldJe6F7c5MTN2uNwyPBmNAM/s1600/a.jpg


Sudah berapa lama kaki kita semua menginjakkan tanah ditempat yang penuh dengan ilmu dan hikmah ?? sudah berapa lama kita berhijrah yang notabennya setiap kita telah mempunyai visi masing-masing ?? sudahkah visi itu menjadi hal yang serupa dari setiap insan yang sama ?? sudah berapa lamakah kita memendam ilmu yang telah diserap oleh pandangan mata telanjang kita yang ditransmisikan oleh otak dan diiringi oleh hati nurani yang ikhlas didalamnya.
Imam syafi’I pernah berkata dengan sindiran halusnya
“Ilmu apabila selalu ditimbun dan ditumpuk-tumpuk yang seperti genenangan air didalamnya, maka yang muncul dan tumbuh adalah suatu kebusukan-kebusukan kalau itu tidak dialirkan untuk beramal dan pengajaran-pengajaran”

Berilah suatu pengajaran-pengajaran yang berarti wahai para pencari ilmu, karena ilmu itu akan berguna jikalu diamalkan dan diajarkan, ajarkan padaku ilmu yang bermanfaaat wahai para pencari ilmu dari apa yang kalian serap dengan penuh keikhlasan ditmpat kalian yang penuh dengan ilmu didalmnya bagaikan lumbung padi yang didapati dengan tumpukan-tumpukan padi didalamnya pasca panen ketika itu. Nasihatilah kami dalam kebenaran nan kesabaran, bantulah kami untuk meraih jalanNya yang lurus, karena suatu saat pengajaran mu akan menarik mu sendiri ke pintu gerbang kebahagiaan yang tidak dapat dibayangkan difikiran setiap insan.
“sampaikanlah dariku walau satu ayat” (HR . Bukhari)

Kelak engkau akan menemukan seseorang yang Nampak wajahnya  bersinar rupawan, diiringi senyuman lebar tergambar dari sisi lekukan matanya dan Nampak jua giginya yang disetiap sela nya memancarkan cahaya-cahaya kecil kemilau, serta mensyahdukkan akan keindahan-keindahan symphony yang terlantun elok nan menawan dalam suaranya, seraya berkata “Marhabban yaa ayyuhal insan, selamat datang, silahkan dinikmati”. Kelak engkau akan menemukan kebahagian itu melihat tampangnya di telaga Al-kautsar tempat seluruh umat manusia menemukan kebahagian dengan salah satu eksistensinya dari wajahnya yang bersinar dikarenakan air wudhunya yang membasahi wajah setiap insan. Tampak laki-laki tersebut senantiasa bahagia apabila ada seseorang yang mendekati telaga tersebut dan disambutnya dengan penuh  keelokan dan kesenangan hati, akan tetapi tak halnya dahinya mengerut seraya syahdu dalam hatinya apabila Nampak insan yang diusir untuk mendekati telaga tersebut.

Wahai para pemburu ilmu, tidak halnya kita memikirkan akan eksistensi kita menjadi seorang pencari ilmu yang agung. Tak halnya seseorang dari engkau merupakan salah satu yang diagungkan oleh Allah SWT, Rabb kita yang Maha Luas yang esensi tidak dapat dilogikan semata  akal dan fikiran setiap insan di dunia ini. Tak ragu juga pada ciptaanNya yang senantiasa menyembahNya tanpa diciptakan oleh cipratan api yang sifatnya cenderung pada kehancuran dengan dikuatkan pada dasar penciptaan oleh cahaya yang lembut, malaikat pun tak ragu untuk membentangkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu  yang senantiasa menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan pada Rabb nya semata. Malaikat pun senantiasa berlomba-lomba untuk mengepakkan sayapnya kepada para pemburu ilmu. Salah satunya ada yang berhasil menaunginya hingga pada penghujung dia duduk sampai ilmu itu selesai diserap oleh insan pada waktu itu , ada yang dapat menaunginya hingga seraya duduk sesaat, ada pula yang dengan malunya malaikat tersebut melapor kepada Rabb nya bahwasanya dia hanya dapat menungi seorang insan yang duduk terlambat dan kemudian insan tersebut beranjak ketika itu dikarenakan suatu udzur yang disandingkannya, dan ada juga malaikat paling terakhir dalam momen tersebut dan sungguh dia lebih malu menunduk untuk laporan penting terhadap Rabbnya seraya berkata “ wahai Rabb ku, aku tidak mendapati seorang insan yang sedang mencari ilmu mu yang mulia kecuali dia hanya sekedar lewat saja pada majelis tersebut yang mana insan tersebut cukup ku naungkan dengan sayap ku ini dalam sesaat”

Kita dapat mengerti akan kemuliaan seorang pemburu ilmu yang berlajar dan mengajarkannya. Tak dapat dipungkiri seorang murabbi yang senantiasa memberikan pengajaran-pengajaran kecil kepada para muttarabbi nya bahwasanya seorang pengajar merupakan suatu kewajiban juga dalam benaknya untuk selalu mengikuti arus global zaman sekarang dengansenantiasa menimba ilmu juga pada lingkungan-lingkungan nya sekitar, sungguh bumi ini luas, ilmu didalamnya sangat tak terkira berlimpah ruah, tidak dapat setiap insan hitung, dan sudah selayaknya setiap insan mencari ilmu selalu hingga ajal menemuinya yang mana saat itu merupakan hal-hal yang tidak ada lagi keraguan-keraguan didalamnya. 

Kamis, 04 Februari 2016

Cerita Singkat Perjalanan Ke Malang



Hilangnya Suatu Kepenatan Dalam Jiwa

Pada akhirnya setiap manusia akan dikembalikan ke asalnya yang mengawali dan yang mengakhiri dan akan dipertanggung jawabkan pada suatu hari yang tidak ada keraguan didalamnya. Oleh karena itu, kita sudah semestinya bertanggung jawab tentang segala hal yang telah diperbuat oleh individu masing-masing bahkan tak jarang pula yang akan mempertanggung jawabkan perbuatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu dengan apa yang telah diperbuat oleh masing-masing individu pada kelompok mereka. Untuk itu bukan hanya sekedar individu saja  yang harus manjalankan tanggung jawab akan apa yang diri telah perbuat, bahkan individu seorang insan pun harus ditanyai mengenai suatu sekumpulan yang dia tanpa sadari telah berkontribusi langsung didalamnya. Hal ini pun tak lupa juga mengacu pada surah ali-imran ayat 104 dan 110 
.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Januari 2016 dengan perasaan yang penuh dengan kebimbangan dikarenakan beberapa hal, aku pun bersama beberapa temanku memutuskan untuk berlibur ke kota wisata nan sejuk yaitu kota batu dan malang. Bukan hanya sekedar rekreasi dan hangout semata  yang kami lakukan tentunya, melainkan suatu amal soleh yang nantinya pun akan dipertanggung jawabkan pada suatu hari yang tidak ada keraguan didalamnya. Sillaturrahim bersama KAMABA1 MALANG pun kami lakukan dengan insya allah sadar dalam diri walau hati terasa berat dikarenakan beberapa hal, biiznillah kami pun berangkat dengan penuh keikhlasan dan ketawakalan. Tentunya perjalanan yang panjang  pun tidak menjamin  bahwasanya  jalan-jalan yang kami lalui penuh dengan kenikmatan dan kenistaan semata, pastinya banyak tantangan yang akan kami hadapi untuk sebuah perjalanan lintas provinsi tersebut. Lintasan awal kami lalui cukup ringan karena didaerah  kita melalui sudah dapat kami pahami karena kami pun pernah melalui lintasan tersebut. Jo gja-solo telah kami lalui, meskipun masih ada beberapa daerah  seperti Sragen, Ngawi, Madiun,  Nganjuk, Kediri, dan lain-lain yang belum kami ketahui masing-masing medannya,  dengan penuh kesiap siagaan kami melaluinya mungkin untuk beberapa daerah yang akan kami lalui itu berbeda karakteristik dengan jalanan di Kal-Tim.
Tak terasa lintasan Solo-Ngawi telah kami lalui dengan ditemani tetesan air hujan dari  rahmatNya ikut berpartisipasi langsung dalam perjalanan ini , meskipun tidak terlalu berat lintasan tersebut  dan tantangan yang kami lalui berikutnya  hanyalah beberapa truk besar, Bus, dan mobil yang saling menyalip dengan begitu cepat dan tangkasnya sehingga  terkadang untuk para pengendara motor tidak mendapat kesempatan  bahkan terpaksa mengalah untuk berkontribusi langsung  dengan kejadian tersebut.

1 KAMABA ( Keluarga Alumni Al-mujahiddin Balikpapan )

Namun berbeda halnya dengan kami berdua, walaupun dengan tampak begitu kecil nya  dari kejauhan motor yang bermassa cukup berat dengan akselerasi yang cukup prima dan berkapasitas yang standar,  motor kami pun telah nampak didalam tumpukan-tumpulkan bus, mobil, dan truk yang saling mendahului, tanpa sadar pun kami telah melalui itu semua begitu cepat nya. Adzan maghrib telah berkumandang dan senja pun telah berganti yang ditandai dengan lantunan adzan maghrib yang begitu mensayupkan suasana dinginnya malam dari rintikan air hujan yang cukup berlimpah dari rahmatNya , tak terasa kami telah dapat lebih dari  separuh perjalanan  yang sangat ekstrim dan menyenangkan, kami pun memutuskan untuk sholat sambil beristirahat sejenak sambil melihat arah berikutnya,  jalan mana yang kami akan lalui. Setelah kami mencari beberapa refrensi jalur, kami pun memutuskan agar segera sampai pada tujuan dengan melalui jalanan kecil yang mana kami belum ketahui bagaimana keadaan medan tersebut,  lintasan pun kita lalui dengan penuh kewaspadaan dan kesabaran, tak lama jelang beberapa saat  dan tanpa disadari kami pun sedang melintasi jalan itu, namun Sialnya jalan yang kami lalui sangat ekstrem dan bahkan aku pun menyebutnya itu jalan DEATH ROAD dengan penuh ketidaktahuan pun kami melintasi jalan itu yang sangat gelap tanpa ada penerangan sedikit, bahkan bulan pun telah menutupi dirinya denga mendung nya awan yang menyelimut bumi ini dengan izinNya. Sehingga penerangan hanya kami andalkan dengan nyala nya  lampu dari motor ini, hal ini membuat kami berfikir bahwasanya kami salah melalui jalan tersebut dan otak ku seraya seperti pemutar film yang mana tiba-tiba dalam perjalanan dosa-dosa ku yang lalu teringat kembali, perlahan aku menenangkannya dalam keadaan berjalan diatas motor sambil berdzikir kepada Rabb semesta alam, karena tidak ada seorang pun yang melalui jalan yang kami lewati tersebut, dingin pun telah menyelimuti badan kami berdua, tak tahan rasanya aku mengendarai kendaraan tersebut, akhirnya kami berdua bergantian untuk mengendarai nya, dengan mengandalkan gps dan gps manual2  kami menganalisa jalan yang kami lewati, dan kagetnya jalan yang kami lewati adalah jalan yang menghubungkan  gunung-gunung yang cukup masyhur di daerah jawa timur yaitu gunung arjuna dan gunung kawi, tanpa kami sadari kami melintasi lintasan diantara kedua gunung, kami pun telah menyadari bersugesti yang cukup aneh dikarenakan dingin nya udara malam diatas gunung tersebut, dan jalanan yang kami lalui sangat berbahaya, dikarenakan gelapnya malam tanpa ada bantuan penerangan jalan sedikitpun. 

Dinginnya udara yang menusuk tulang dalam perjalanan diatas pegunungan perlahan mulai menghilang dikarenakan keajaiban ciptaan Allah SWT tampak pemandangan dari atas gunung  suasana alam dan kota  saling berintegrasi memancarkan keindahan dan hiruk pikuk yang menawan dari kesibukan dan kebahagian setiap individu dan kelompok yang sedang menjalankan aktivitas nya masing-masing, dengan ditemani dengan udara sejuk pegunungan yang elok rupa, perlahan namun dengan penuh ketenangan dingin tersebut berganti dengan dinginnya udara kota yang menyelimuti kawasan kota wisata batu, dan bahagia kami telah melewati jalan yang sangat ekstrem tersebut bahkan  dapat dikatakan salah satu DEATH ROADnya Indonesia. Kami berdua cukup menikmati ramai nya kota dengan ditemani badan yang sangat mengigil kedinginan dikarenakan tetesan air hujan yang bergabung dengan dinginnya udara malam di kawasan kota wisata batu ini. Tak terasa dinginnya kota batu telah merasuk dalam otak kami dan disambut dengan kehangatan oleh salah satu teman kami yang telah menetap disana. 

Susunan agenda pun telah dirangkai sedemikian rupa untuk dapat menemani kami semua di kota yang asing dalam benak kami ini, sehingga dalam keasingan itu kami pun mendapatkan rezeki untuk bisa menginap ditempat salah satu kawan kami tersebut. Malam pun telah larut, kumpulan kata-kata kenangan nan rindu pun yang seraya diutarakan dalam bentuk lisan oleh masing-masing individu dari kami semua perlahan berganti oleh keheningan suasana malam yang menyejukkan tubuh yang telah diberi kenikmatan yang sempurna ini dan keletihan dan kepayahan  dalam perjalanan selama 8 jam yang masih menggenggam dengan yakin dalam tubuh kami ini berganti dengan istirahat yang ditemani lembutnya angin malam dikawasan yang sangat menenangkan jiwa  ini. Adzan subuh telah berkumandang suasana malam yang kelam telah disulap oleh takdirNya menjadi lembutnya alunan adzan subuh yang berkumandang pada kawasan tersebut menjadi salah satu tanda peringatan bagi setiap manusia untuk menjalankan perintahNya dan kebutuhan hidup masing-masing indivudi tersebut, tanpa berfikir panjang beberapa dari kami terbangun dalam suatu ketiadaan dalam ruang dimensi yang berbeda untuk menjalankan perintahNya dan komitmen kami semua kepadaNya. Rasa letih pun perlahan telah menghilang dalam diri kami setalah menjalani kewajiban dan kebutuhan dalam rohani dan jasmani ini. Tanpa menunggu waktu yang lama, matahari pun perlahan mulai menampakkan dirinya menggantikan tugas bulan yang bersinar dengan lembutnya di malam hari ya ng kini telah berganti dengan hangatnya sinar matahari pagi hari yang juga masih ditemani dengan penuh kesetiaan udara pagi kota wisata batu yang menyejukkan tubuh  ini. 

Tepatnya pukul 07:00 kami pun bersiap-siap untuk menjalankan agenda yang telah disusun sedemikian rapinya untuk depat rihlah ke pantai sandiki  yang juga dibantu oleh salah satu teman kami yang mengkoordinir teman –teman lain yang telah menetap di kota malang agar dapat ikut berkontribusi langsung dengan yang lainnya. Perjalanan ini pun diawalin dengan lantunan doa masing-masing dari kami agar mendapatkan keberkahan olehNya  dan rezeki  kami yang  telah disediakan oleh masing-masing kita dariNya dengan menyic ipi makanan khas dari Kalimantan Selatan yaitu soto banjar dan Nasi Kuning. Tanpa menunggu waktu yang lama kami pun  melanjutkan perjalanan dengan jasmani yang telah dipersiapkan dengan rezeki melalui sarapan pagi tersebut . Belum kita mendapatkan  separuh jalan, tiba-tiba kami dihadang oleh suatu barisan yang mana kita tahu bahwasanya mereka salah satu aparat keamanan internal Indonesia yang sedang mengagendakan diri untuk menertibkan pengendara-pengendara yang kurang tertib dikawasan lintasan tersebut, alhasil terdapat berbagai konflik dikarenakan kekurang pengetahuan nya kami  mengenai kewajiban yang telah ditetapkan oleh aparat keamanan tersebut yang dibantu oleh dinas sekitaran yang sedang bertugas membantu agenda tersebut. Namun, tak perlu menghabiskan waktu lama kami pun dapat melanjutkan perjalanan  menuju pantai sandiki dengan jalan yang cukup menantang dan ekstrem tersebut. Waktu yang ditempuh selama 2 jam menuju pantai tersebut, tampak dalam perjalanan sebelum sampai pada tujuan kami telah merasakan suasan pantai yang sunyi dan sepi ketika itu ditemani hangatnya matahari yang telah sampai pada ufuk tertinggi sebelah timur. Alhasil tampak keletihan yang dipancarkan oleh masing-masing wajah kami semua dari perjalanan tersebut, namun penampakan itu dengan sekejap berganti dengan suatu ketakjuban ciptaan Allah SWT dengan logikaNya yang mana  kita belum dapat membayangkan dengan logika-logika sempit manusia terhadap penciptanya, walhasil tampak dari kejauhan deruan ombak pantai  yang saling mengejar-ngejar, halusnya spektrum warna yang dipancarkan dengan kemilauan biru nya air laut yang memukau mata telanjang, dan  putihnya tumpukan pasir pantai yang tidak tahu berapakah jumlah masing-masing butiran organik Nampak tersusun rapi dalam tumpukan-tumpukan yang teratur  tersebut melalui kehendakNya, rasa letih diwajah masing-masing dari kami sekejap berlalu seperti hembusan angin yang  menyapu wajah.





            Tampak tulisan-tulisan peringatan yang  telah dipajang sedemikian kokohnya menjadi suatu peringatan bagi para pengunjung  untuk berhati-hati agar tidak terikut dalam tarikan arus pantai yang kuat dikarenakan terdapat palung laut yang ada dalam pantai sandiki ini. kami pun menikmati kebersamaan ini  semua dengan melepaskan kepenatan dalam jiwa  menyegarkan fikiran-fikiran yang meletiihk an rohani dan jasmani  segala aktivitas-aktivitas yang telah kami lalui masing-masing dari kami melalui permainan-permainan pantai  yang  cukup menarik tak terasa matahari telah naik hingga tepat diatas kepala setiap manusia dan ditandai dengan adzan dzuhur yang itu merupakan tengah hari telah hadir pada hari itu. Beberapa dari kami sedang asyik dan ada juga yang telah terlanjur untuk bermain di permukaan hangatnya air pantai di bawah sinar matahari yang eksis ketika hari itu. Mungkin sebagian dari kami ada yang sedang mentaburi alam melalui penciptaanNya yang saangat memukau mata telanjang, bersympony dengan alunan pandangan pemandangan setiap kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan pada setiap hamba-hambaNya tanpa melihat ras, budaya, etnis, bahkan agama sekalipun.

            Hingga tiba waktunya kami pun memutuskan untuk kembali, tampak lelah bercampur kebahagiaan yang terpancar dari wajah teman-teman sekalian, namun itu semua tidak menyulutkan semangat kecil kami untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Hingga tak terasa dalam perjalanan sesampainya di kampus UMM ( Universitas Muhammadiyah Malang ) senja telah hadir ketika itu ditandai kumandang adzan maghrib yang eksistensi nya menandakan hari telah mulai larut dan menjadi peringatan setiap manusia agar dapat merehatkan pikiran sejenak untuk mengganti kepenatan dari aktivitas harian yang seolah disulap kedamaian dalam pikiran setiap insan tersebut. Selang beberapa lama setelah kami menjalankan kewajiban dan kebutuhan kami kepada Rabb Yang Maha Segalanya, kami pun memutuskan untuk menikmati salah satu kuliner malang yang dijajakan di pinggiran jalan kawasan kota malang,  dan dihangatkan dengan saling bertukar cerita, kisah, pengalaman nan manis penuh dengan kehangatan mencairkan suasana ketika malam itu tak terasa malam telah larut, dan akhirnya kami semua telah menyelesaikan hari itu dengan penuh kebahagiaan walau tampak wajah yang sangat lelah yang tidak dapat disembunyikan pada raut wajah yang nampak tersebut. Hingga kami pulang ke “habitat” masing-masing, dengan tampak lelah kami berempat dari KAMABA JOGJA, kami pun memutuskan untuk merehatkan pikiran sejenak sambil mempersiapkan diri dan segala kebutuhan lainnya untuk kembali ke Jogja besok pagi nya






Mungkin ini salah satu bagian yang sangat menarik dari cerita perjalanan kami ke malang, walaupun kami menyadarinya mengenai beberapa kebimbangan yang sudah kami bawa semenjak dari Jogja. Kebimbangan tersebut bukan hal yang begitu rumit menurut saya, tapi hal nya sulit yaitu terkait dengan financial atau materi yang kami pikirkan berempat.


Namun itu semua tidak menyempitkan keinginan kami berempat untuk dapat mengunjungi saudara-saudara kami di Malang.  Jum’at pagi pun menjelang, sambil memepersiapkan diri dengan hal yang lainnya, kami memutuskan untuk mengisi tenaga dari perut yang cukup terisi dengan adanya santapan kuliner malam tadi. Dengan keyakinan yang cukup besar walaupun dalam hati kecil sedikit ragu dengan kebimbangan financial yang cukup kurang, kami berempat pukul 07:30 WIB dari Malang, dengan mengucapkan basmallah kami pun melakukakan perjalanan. Kami pun sebaai umat muslim tak lupa akan eksistensi kami untuk melakukan ibadah kepada Rabb kami. Kami singgah di Kabupaten Kediri untuk menyelesaikan beberapa hal tentunya sambil beristirahat sejenak dengan menunaikan ibadah sholat Jum’at. Perjalanan kami lanjutkan hingga jam 5 sore kami telah sampai di Kota Solo, sambil mampir ke pondok salah satu dari saudara teman kami. Alhamudulillah tepat pukul 7 Malam, sebelum adzan isya berkumandang kami semua terlah sampai pada tujuan. Yaa,,  perjalanan hampir 12 jam yang sangat melelahkan di atas kendaraan tersebut ditambah lagi modal yang pas-pasan bahkan kurang cukup menurut kami, dengan izin Allah kami pun masih diberikan rezeki dengan masih dapat makan malam kembali. Yaa begitu lah cerita singkat, walau hanya 2 hari 2 malam di sana bagi aku, dan bashir ma’ruf, dan untuk Riski  dan Nuzul 4 hari 3 malam, sehingga cerita singkat ini dapat ditulis cukup sederhana, dan siapapun tokoh yang terlibat didalamnya dapat melihat kisah singkat ini. 



2 gps manual adalah sebuah singkatan, gps ( gunakan penduduk sekitar)

**
Pada akhirnya perjuangan yang berat itu akan dibayar mahal oleh sebuah kebahagiaan yang selalu terkenang oleh mata yang ditransmisikan oleh otak dan kemudian di integrasikan oleh hati nurani yang terdalam. Bukan hanya sekedar cerita semata yang diterjemahkan, melainkan sebuah pelajaran-pelajaran dan nasihat kecil mengenai arti dari sebuah ukhuwah islamiyah dan persaudaraan kecil yang mungkin beberapa dari mereka telah dibangun selama 3 tahun dan lebih bahkan tak sedikit membangunnya selama 6 tahun dan lebih, bagaikan sebuah bangunan yang selalu menguatkan satu sama lain, yang senantiasa mewarnai keindahan-keindahan yang terpancarkan oleh mata masing-masing setiap insan. Berawal dari sebuah kebimbangan kecil yang terkait dengan financial dan lain sebagainya, dikarenakan salah satu bahkan mereka semua yakin bahwasanya ukhuwah islamiyah tak hanya sekedar kekuatan immateri yang didapat melainkan sebuah materi-materi kecil yang akan mereka nikmati juga. Mereka semua percaya bahwasanya setiap insan yaitu khususnya umat Nabi Muhammad SAW tidak akan pernah meninggalkan kehidupan yang fana ini hanya dikarenakan sebuah problematika yang sederhana, dan keyakinan itu diperkokoh akan sillaturrahim dengan membangun ukhuwah islamiyah yang cukup kuat sehingga hal-hal yang mereka tidak sadari terkadang itu semua kan terjadi diluar dugaan akal pikiran manusia. Karena akal setiap manusia tidak akan pernah dapat menerka skenario kecil dari Tuhan Semesta Alam. Boleh jadi tanaman yang kecil ini akan menghasilkan tunas yang sangat mapan dan kokoh sehingga pohon pun akan senantiasa ikut tumbuh dan mengakar dengan sendirinya diikuti oleh tumbuhnya tunas-tunas kecil  dan bakal biji yang lainnya sehingga dapat menumbuhkan kekuatan akar pepohonan yang sangat kokoh sehingga panasnya sinar matahari pun tak sanggup menembus pelita kecil dari rimbunan dedaunan yang sangat lebatnya dari masing-masing setiap pepohonan tersebut dan jikalau hembusan-hembusan angin pun dengan gagah beraninya  menyapu dengan kekuatannya yang sangat kencang, lantas pepohonan ini akan sulit untuk menumbangkan rimbunannya yang padat nan subur itu, dikarenakan pondasi dari akar yang sangat padatnya. Begitulah ukhuwah islamiyah yang insya Allah dengan izinNya akan senantiasaa dipupuk dan dirawat dengan kecintaan yang suci terhadap masing- masing hambanya.

Ukhuwah mereka ini telah lama saling miliki dan saling menguatkan satu sama lain, hingga komunitas kecil ini menamakan diri mereka dengan sebutan KAMABA yang berhimbuhan keluarga diawalan singkatannya. Hal ini yang membuat salah satu nama komunitas ini merupakan salah satu bentuk doa yang suatu saat akan langsung ditransmisikan oleh kehendak Tuhan semesta alam. Tak heran jikalau mereka membesarkan akan esensi dari komunitas ini, kecintaan mereka terhadap sesama saudaranya akan senantiasa bertambah wujudnya dan perlindungan kecil namun kokoh yang mereka lakukan setiap saat mereka saling membutuhkan satu sama lain, tanpa mereka sadari mereka telah menjalankan salah satu pilar penting dalam kehambaan terhadap Allah SWT, yang mana pilar tersebut merupakan salah satu struktur atau komponen awal untuk dapat menikmati keindahan hidup didunia dan akhirat, entah mengapa terkadang perbuatan yang kecil ini akan menimbulkan dampak yang sangat bermanfaat bagi rohani dan jasmani masing-masing dari mereka. Sehingga persahabatan yang sangat istimewa pun mampu berdiri didalam hati setiap insan ini,, karena sesungguhnya persahabatan dari ukhuwah islam itu bukan hanya sekedar bagaimana setiap dari mereka mampu membuat sabagian yang lain tersenyum dan tertawa, bukan hanya sekedar bagaimana salah satunya menjadi subjek utama untuk melakukan kecintaan yang menenangkan, dan sungguh sahabat yang paling beruntung adalah apabila salah satu sahabat yang lainnya senantiasa saling menasihati dalam makna kebenaran dan menasihati dalam kokohnya kesabaran, alangkah beruntungnya mereka semua, jikalau ada seorang sahabat nya senantiasa menyebutkan nama mereka semua dalam selipan doa-doanya yang terkasih nan romantis kepada Rabb nya yang agung yang tanpa mereka sadari dari doa-doa kecil nya yang romantis itu kelak, mereka akan bertemu pada seseorang yang sangat merindukan mereka dengan parasnya nya sangat rupawan ditelaga al-kautsar dengan penuh kebahagiaan dan sejuknya hati, sungguh betapa bahagianya hati mereka melihat ukhuwah ini bertemu pada suatu pelita kenikmatan yang sangat banyak pada  suatu hari nanti, panggil nama sahabatmu jika engkau tidak menemukan salah satu dari mereka didalam surga, katakan pada Rabb mu tentang kebaikan sahabat mu jikalau engkau tidak menemukan berdampingan dengan mu di surga kelak…
Aaamiin yaa rabbal alamin…

Wassalamualaikum