
Tak terasa impian itu akan datang,
keinginan yang hanya selintas dalam pikiran namun menghunjam dalam nurani kecil
insan itu, telah sekian lama pelipur lara yang perlahan muncul diatas
permukaan, sekiranya itu yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim a.s bersama pasangan nya yaitu Hajar yang telah
dikaruniai oleh ciptaanNya yang dititipkan kepada mereka berdua yaitu Ismail putra
mereka dikala usia mereka berdua telah senja. Namun tetap saja hakikat
kebahagian itu telah mutlak, yang hanya sementara dirasakan oleh mereka berdua,
perasaan gundah nampak dalam benak sang Ibrahim. Mungkin perasaan itu telah
datang ketika Allah telah memberikan suatu amanat yang sangat memberatkan
perasaannya walaupun sudah sehalnya dapat diterima dengan ikhlas hati tugas
dari Rabb semesta alam sebagaimana konsekuensi Rasul di zaman itu. Hajar
sebagai pasangan yang fitrah pun dengan perasaannya yang lembut menyentuh hati
kecil sang suami dengan penuh makna “apakah ini tugas dari Allah SWT ??”, dan Ibrahim
pun terdiam,, kemudian sahut kembali Hajar kepada Ibrahim “Jika ini memang
tugas dari Allah SWT, maka sungguh Allah SWT pun tidak akan menyia-nyiakan kami
walau di tempat yang sepi dan sunyi ini” jawab sang istri lembut. Perasaan
berat pun nampaknya agak berkurang dalam benak Ibrahim ketika itu dikarenakan
sepatah kata motivasi kecil dari sang istri dengan keyakinan yang sudah
tertanam rapi dalam hati, dengan berat hati pun Ibrahim berangkat menjaankan
tugasnya untuk mendakwahkan risalah tauhid disuatu negri ketika itu.
Hari itu pun telah tiba, nampak
kecemasan semakin menghujani perasaan hajar ketika itu, walaupun memang belum
nampak esensi Rabbnya yang sedang menunjukan arti dari kekuasaanNya kepada
insan tersebut. Luasnya padang pasir dan sepi nya hal-hal yang hidup diatas
permukaannya, bahkan beberapa tanaman pun cukup enggan akan hadir diatas tanah
tersebut, dan sekali lagi itu tidak mengecilkan hati nurani insan perempuan.
Tak terasa semakin terdengar nyring isak tangis Ismail kecil dikarenakan lapar
dan haus yang dialami anak ini. tentunya sepintas hal yang difikirkan oleh
setiap insan adalah bagaimana agar dapat keluar dari kondisi yang sangat tidak
dapat dilogikan secara sederhana ini. Namun sekali lagi keimanan yang
menghunjam dalam hati Hajar akan keyakinan pada suaminya bahwasanya Rabb kita
tidak akan pernah menelantarkan kami walau tidak menyisahkan nan yang nampak di
padang itu. Memang, keyakinan yang telah cukup lama hadir didalam hati itu
mungkin belum cukup untuk membuktikan kerja keras yang dilakukan oleh Hajar.
Satu hal, dia menyadari di tempat itu tak ada insan sedikit pun untuk berbagi
kesah, yang terdengar hanyalah isak tangis dari bayi itu.
Hajar pun berlari, menyusuri jalan
diantara 2 bukit yang menyergap kegersangan yang menghasilkan fatamorgana
semata. Hajar masih menyusuri alan tersebut sembari mencari yang sehalnya
bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh mereka berdua, hingga tak terasa
langkah-langkah nya telah menyisakkan jejak-jejak kecil diantara dua bukit itu
yaitu safa dan marwah sebanyak 7 kali safa dan marwah telah dilewatinya.
Mungkin dia tahu tidak pernah ada air di sana. Barangkali Hajar hanya
menunjukan kesungguhannya pada Rabb nya karena dalam hati yang telah
menyakininya akan tekad nya yang kuat.
Tak terasa keajaiban itu terpancar,
terlihat kubangan kecil yang sejuk. yaa.. itu Zam zam ! nampak nya Allah telah
membuktikan akan kebesaran nya, ya.. berkah tersebut tidak keluar dari
jejak-jejak dalam penelusuran Hajar diantara 2 bukit tersebut, akan tetapi air
tersebut muncul dari kaki ismail yang meraung-raung sembari menjejak-jejak
diatas tanah tersebut. Hajar pun takjub akan keajaiban yang datang tersebut.
Terkadang hasil dari kerja keras tak terletak pada ikhtiar-ikhtiar kecil kita..
Hajar
telah membuktikan bahwa hakikat kerja keras itu bukan menampakkan akan hasil
yang dilakukan dari ikhtiar tersebut, melainkan hakikat itu menunjukkan akan
kesanggupan dan kesungguhan kita kepada Allah SWT. Hendaknya kita bekerja
dengan makna hati nurani yang tulus dengan dihunjamkan keyakinan yang telah
mengakar bagaikan tunas pohon kecil yang tertanam didalam tanah yang padat nan
subur, kemudian biarkan hasilnya akan datang yang telah diiringi oleh ikhtiar
tersebut, bukan permasalahan apa yang telah dihasilkan dalam proses-proses
panjang itu, akan tetapi seberapa besar kerja keras yang telah kita lalui dalam
proses-proses itu. Mengutip sedikit dari perkataan syaikh Al-bani “jangan
menyerah di jalan Allah, karena tugas kita bukan untuk sampai di punghujung
jalan tersebut melainkan agar kita bisa mati diatas jalanNya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar