Welcome to my blog@Zulfikaral-fatih.blogspot.com

Selasa, 16 Februari 2016

Hakikat Kerja Keras yang Dijalankan



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNxgm2TxbhzFW7jgWiPW190TJ0Iyc2ej5_R8S02103RsjTGk23yfJdOd5XVPybV73qWnAe7xCQVReKZlpMfBoMhUP6nbkMK0tYp8P334IVNyNMxxSCXIGtJzh3gzAtGJ9Dzu2ljCSU2pI/s1600/orang-cina-kerja-keras.jpg

Tak terasa impian itu akan datang, keinginan yang hanya selintas dalam pikiran namun menghunjam dalam nurani kecil insan itu, telah sekian lama pelipur lara yang perlahan muncul diatas permukaan, sekiranya itu yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim a.s  bersama pasangan nya yaitu Hajar yang telah dikaruniai oleh ciptaanNya yang dititipkan kepada mereka berdua yaitu Ismail putra mereka dikala usia mereka berdua telah senja. Namun tetap saja hakikat kebahagian itu telah mutlak, yang hanya sementara dirasakan oleh mereka berdua, perasaan gundah nampak dalam benak sang Ibrahim. Mungkin perasaan itu telah datang ketika Allah telah memberikan suatu amanat yang sangat memberatkan perasaannya walaupun sudah sehalnya dapat diterima dengan ikhlas hati tugas dari Rabb semesta alam sebagaimana konsekuensi Rasul di zaman itu. Hajar sebagai pasangan yang fitrah pun dengan perasaannya yang lembut menyentuh hati kecil sang suami dengan penuh makna “apakah ini tugas dari Allah SWT ??”, dan Ibrahim pun terdiam,, kemudian sahut kembali Hajar kepada Ibrahim “Jika ini memang tugas dari Allah SWT, maka sungguh Allah SWT pun tidak akan menyia-nyiakan kami walau di tempat yang sepi dan sunyi ini” jawab sang istri lembut. Perasaan berat pun nampaknya agak berkurang dalam benak Ibrahim ketika itu dikarenakan sepatah kata motivasi kecil dari sang istri dengan keyakinan yang sudah tertanam rapi dalam hati, dengan berat hati pun Ibrahim berangkat menjaankan tugasnya untuk mendakwahkan risalah tauhid disuatu negri ketika itu.
Hari itu pun telah tiba, nampak kecemasan semakin menghujani perasaan hajar ketika itu, walaupun memang belum nampak esensi Rabbnya yang sedang menunjukan arti dari kekuasaanNya kepada insan tersebut. Luasnya padang pasir dan sepi nya hal-hal yang hidup diatas permukaannya, bahkan beberapa tanaman pun cukup enggan akan hadir diatas tanah tersebut, dan sekali lagi itu tidak mengecilkan hati nurani insan perempuan. Tak terasa semakin terdengar nyring isak tangis Ismail kecil dikarenakan lapar dan haus yang dialami anak ini. tentunya sepintas hal yang difikirkan oleh setiap insan adalah bagaimana agar dapat keluar dari kondisi yang sangat tidak dapat dilogikan secara sederhana ini. Namun sekali lagi keimanan yang menghunjam dalam hati Hajar akan keyakinan pada suaminya bahwasanya Rabb kita tidak akan pernah menelantarkan kami walau tidak menyisahkan nan yang nampak di padang itu. Memang, keyakinan yang telah cukup lama hadir didalam hati itu mungkin belum cukup untuk membuktikan kerja keras yang dilakukan oleh Hajar. Satu hal, dia menyadari di tempat itu tak ada insan sedikit pun untuk berbagi kesah, yang terdengar hanyalah isak tangis dari bayi itu.
Hajar pun berlari, menyusuri jalan diantara 2 bukit yang menyergap kegersangan yang menghasilkan fatamorgana semata. Hajar masih menyusuri alan tersebut sembari mencari yang sehalnya bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh mereka berdua, hingga tak terasa langkah-langkah nya telah menyisakkan jejak-jejak kecil diantara dua bukit itu yaitu safa dan marwah sebanyak 7 kali safa dan marwah telah dilewatinya. Mungkin dia tahu tidak pernah ada air di sana. Barangkali Hajar hanya menunjukan kesungguhannya pada Rabb nya karena dalam hati yang telah menyakininya akan tekad nya yang kuat.
Tak terasa keajaiban itu terpancar, terlihat kubangan kecil yang sejuk. yaa.. itu Zam zam ! nampak nya Allah telah membuktikan akan kebesaran nya, ya.. berkah tersebut tidak keluar dari jejak-jejak dalam penelusuran Hajar diantara 2 bukit tersebut, akan tetapi air tersebut muncul dari kaki ismail yang meraung-raung sembari menjejak-jejak diatas tanah tersebut. Hajar pun takjub akan keajaiban yang datang tersebut. Terkadang hasil dari kerja keras tak terletak pada ikhtiar-ikhtiar kecil kita..
     Hajar telah membuktikan bahwa hakikat kerja keras itu bukan menampakkan akan hasil yang dilakukan dari ikhtiar tersebut, melainkan hakikat itu menunjukkan akan kesanggupan dan kesungguhan kita kepada Allah SWT. Hendaknya kita bekerja dengan makna hati nurani yang tulus dengan dihunjamkan keyakinan yang telah mengakar bagaikan tunas pohon kecil yang tertanam didalam tanah yang padat nan subur, kemudian biarkan hasilnya akan datang yang telah diiringi oleh ikhtiar tersebut, bukan permasalahan apa yang telah dihasilkan dalam proses-proses panjang itu, akan tetapi seberapa besar kerja keras yang telah kita lalui dalam proses-proses itu. Mengutip sedikit dari perkataan syaikh Al-bani “jangan menyerah di jalan Allah, karena tugas kita bukan untuk sampai di punghujung jalan tersebut melainkan agar kita bisa mati diatas jalanNya”.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar