Hilangnya Suatu Kepenatan Dalam Jiwa
Pada akhirnya setiap manusia akan dikembalikan ke asalnya
yang mengawali dan yang mengakhiri dan akan dipertanggung jawabkan pada suatu
hari yang tidak ada keraguan didalamnya. Oleh karena itu, kita sudah semestinya
bertanggung jawab tentang segala hal yang telah diperbuat oleh individu masing-masing
bahkan tak jarang pula yang akan mempertanggung jawabkan perbuatan yang
dilakukan oleh kelompok tertentu dengan apa yang telah diperbuat oleh
masing-masing individu pada kelompok mereka. Untuk itu bukan hanya sekedar
individu saja yang harus manjalankan
tanggung jawab akan apa yang diri telah perbuat, bahkan individu seorang insan
pun harus ditanyai mengenai suatu sekumpulan yang dia tanpa sadari telah
berkontribusi langsung didalamnya. Hal ini pun tak lupa juga mengacu pada surah
ali-imran ayat 104 dan 110
.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Januari
2016 dengan perasaan yang penuh dengan kebimbangan dikarenakan beberapa hal,
aku pun bersama beberapa temanku memutuskan untuk berlibur ke kota wisata nan
sejuk yaitu kota batu dan malang. Bukan hanya sekedar rekreasi dan hangout semata yang kami lakukan tentunya, melainkan suatu
amal soleh yang nantinya pun akan dipertanggung jawabkan pada suatu hari yang
tidak ada keraguan didalamnya. Sillaturrahim bersama KAMABA1 MALANG
pun kami lakukan dengan insya allah sadar dalam diri walau hati terasa berat dikarenakan
beberapa hal, biiznillah kami pun berangkat dengan penuh keikhlasan dan
ketawakalan. Tentunya perjalanan yang panjang
pun tidak menjamin
bahwasanya jalan-jalan yang kami
lalui penuh dengan kenikmatan dan kenistaan semata, pastinya banyak tantangan
yang akan kami hadapi untuk sebuah perjalanan lintas provinsi tersebut.
Lintasan awal kami lalui cukup ringan karena didaerah kita melalui sudah dapat kami pahami karena
kami pun pernah melalui lintasan tersebut. Jo gja-solo telah kami lalui,
meskipun masih ada beberapa daerah
seperti Sragen, Ngawi, Madiun,
Nganjuk, Kediri, dan lain-lain yang belum kami ketahui masing-masing
medannya, dengan penuh kesiap siagaan
kami melaluinya mungkin untuk beberapa daerah yang akan kami lalui itu berbeda
karakteristik dengan jalanan di Kal-Tim.
Tak terasa lintasan Solo-Ngawi telah kami lalui dengan
ditemani tetesan air hujan dari
rahmatNya ikut berpartisipasi langsung dalam perjalanan ini , meskipun
tidak terlalu berat lintasan tersebut
dan tantangan yang kami lalui berikutnya
hanyalah beberapa truk besar, Bus, dan mobil yang saling menyalip dengan
begitu cepat dan tangkasnya sehingga
terkadang untuk para pengendara motor tidak mendapat kesempatan bahkan terpaksa mengalah untuk berkontribusi
langsung dengan kejadian tersebut.
1 KAMABA ( Keluarga Alumni Al-mujahiddin Balikpapan )
Namun berbeda halnya dengan kami berdua, walaupun dengan
tampak begitu kecil nya dari kejauhan
motor yang bermassa cukup berat dengan akselerasi yang cukup prima dan berkapasitas
yang standar, motor kami pun telah nampak
didalam tumpukan-tumpulkan bus, mobil, dan truk yang saling mendahului, tanpa sadar
pun kami telah melalui itu semua begitu cepat nya. Adzan maghrib telah
berkumandang dan senja pun telah berganti yang ditandai dengan lantunan adzan
maghrib yang begitu mensayupkan suasana dinginnya malam dari rintikan air hujan
yang cukup berlimpah dari rahmatNya , tak terasa kami telah dapat lebih
dari separuh perjalanan yang sangat ekstrim dan menyenangkan, kami
pun memutuskan untuk sholat sambil beristirahat sejenak sambil melihat arah
berikutnya, jalan mana yang kami akan
lalui. Setelah kami mencari beberapa refrensi jalur, kami pun memutuskan agar
segera sampai pada tujuan dengan melalui jalanan kecil yang mana kami belum
ketahui bagaimana keadaan medan tersebut,
lintasan pun kita lalui dengan penuh kewaspadaan dan kesabaran, tak lama
jelang beberapa saat dan tanpa disadari
kami pun sedang melintasi jalan itu, namun Sialnya jalan yang kami lalui sangat
ekstrem dan bahkan aku pun menyebutnya itu jalan DEATH ROAD dengan penuh
ketidaktahuan pun kami melintasi jalan itu yang sangat gelap tanpa ada
penerangan sedikit, bahkan bulan pun telah menutupi dirinya denga mendung nya
awan yang menyelimut bumi ini dengan izinNya. Sehingga penerangan hanya kami
andalkan dengan nyala nya lampu dari
motor ini, hal ini membuat kami berfikir bahwasanya kami salah melalui jalan tersebut
dan otak ku seraya seperti pemutar film yang mana tiba-tiba dalam perjalanan
dosa-dosa ku yang lalu teringat kembali, perlahan aku menenangkannya dalam
keadaan berjalan diatas motor sambil berdzikir kepada Rabb semesta alam,
karena tidak ada seorang pun yang melalui jalan yang kami lewati tersebut,
dingin pun telah menyelimuti badan kami berdua, tak tahan rasanya aku
mengendarai kendaraan tersebut, akhirnya kami berdua bergantian untuk
mengendarai nya, dengan mengandalkan gps dan gps manual2 kami menganalisa jalan yang kami lewati, dan
kagetnya jalan yang kami lewati adalah jalan yang menghubungkan gunung-gunung yang cukup masyhur di daerah
jawa timur yaitu gunung arjuna dan gunung kawi, tanpa kami sadari kami
melintasi lintasan diantara kedua gunung, kami pun telah menyadari bersugesti
yang cukup aneh dikarenakan dingin nya udara malam diatas gunung tersebut, dan
jalanan yang kami lalui sangat berbahaya, dikarenakan gelapnya malam tanpa ada
bantuan penerangan jalan sedikitpun.
Dinginnya udara yang menusuk tulang dalam perjalanan diatas
pegunungan perlahan mulai menghilang dikarenakan keajaiban ciptaan Allah SWT
tampak pemandangan dari atas gunung
suasana alam dan kota saling
berintegrasi memancarkan keindahan dan hiruk pikuk yang menawan dari kesibukan
dan kebahagian setiap individu dan kelompok yang sedang menjalankan aktivitas
nya masing-masing, dengan ditemani dengan udara sejuk pegunungan yang elok
rupa, perlahan namun dengan penuh ketenangan dingin tersebut berganti dengan
dinginnya udara kota yang menyelimuti kawasan kota wisata batu, dan bahagia
kami telah melewati jalan yang sangat ekstrem tersebut bahkan dapat dikatakan salah satu DEATH ROADnya
Indonesia. Kami berdua cukup menikmati ramai nya kota dengan ditemani badan
yang sangat mengigil kedinginan dikarenakan tetesan air hujan yang bergabung
dengan dinginnya udara malam di kawasan kota wisata batu ini. Tak terasa
dinginnya kota batu telah merasuk dalam otak kami dan disambut dengan
kehangatan oleh salah satu teman kami yang telah menetap disana.
Susunan agenda pun telah dirangkai sedemikian rupa untuk
dapat menemani kami semua di kota yang asing dalam benak kami ini, sehingga
dalam keasingan itu kami pun mendapatkan rezeki untuk bisa menginap ditempat
salah satu kawan kami tersebut. Malam pun telah larut, kumpulan kata-kata
kenangan nan rindu pun yang seraya diutarakan dalam bentuk lisan oleh
masing-masing individu dari kami semua perlahan berganti oleh keheningan
suasana malam yang menyejukkan tubuh yang telah diberi kenikmatan yang sempurna
ini dan keletihan dan kepayahan dalam
perjalanan selama 8 jam yang masih menggenggam dengan yakin dalam tubuh kami
ini berganti dengan istirahat yang ditemani lembutnya angin malam dikawasan
yang sangat menenangkan jiwa ini. Adzan
subuh telah berkumandang suasana malam yang kelam telah disulap oleh takdirNya
menjadi lembutnya alunan adzan subuh yang berkumandang pada kawasan tersebut
menjadi salah satu tanda peringatan bagi setiap manusia untuk menjalankan
perintahNya dan kebutuhan hidup masing-masing indivudi tersebut, tanpa berfikir
panjang beberapa dari kami terbangun dalam suatu ketiadaan dalam ruang dimensi
yang berbeda untuk menjalankan perintahNya dan komitmen kami semua kepadaNya.
Rasa letih pun perlahan telah menghilang dalam diri kami setalah menjalani
kewajiban dan kebutuhan dalam rohani dan jasmani ini. Tanpa menunggu waktu yang
lama, matahari pun perlahan mulai menampakkan dirinya menggantikan tugas bulan
yang bersinar dengan lembutnya di malam hari ya ng kini telah berganti dengan
hangatnya sinar matahari pagi hari yang juga masih ditemani dengan penuh
kesetiaan udara pagi kota wisata batu yang menyejukkan tubuh ini.
Tepatnya pukul 07:00 kami pun bersiap-siap untuk menjalankan
agenda yang telah disusun sedemikian rapinya untuk depat rihlah ke pantai
sandiki yang juga dibantu oleh salah
satu teman kami yang mengkoordinir teman –teman lain yang telah menetap di kota
malang agar dapat ikut berkontribusi langsung dengan yang lainnya. Perjalanan
ini pun diawalin dengan lantunan doa masing-masing dari kami agar mendapatkan
keberkahan olehNya dan rezeki kami yang
telah disediakan oleh masing-masing kita dariNya dengan menyic ipi
makanan khas dari Kalimantan Selatan yaitu soto banjar dan Nasi Kuning. Tanpa
menunggu waktu yang lama kami pun melanjutkan
perjalanan dengan jasmani yang telah dipersiapkan dengan rezeki melalui sarapan
pagi tersebut . Belum kita mendapatkan
separuh jalan, tiba-tiba kami dihadang oleh suatu barisan yang mana kita
tahu bahwasanya mereka salah satu aparat keamanan internal Indonesia yang
sedang mengagendakan diri untuk menertibkan pengendara-pengendara yang kurang
tertib dikawasan lintasan tersebut, alhasil terdapat berbagai konflik
dikarenakan kekurang pengetahuan nya kami
mengenai kewajiban yang telah ditetapkan oleh aparat keamanan tersebut
yang dibantu oleh dinas sekitaran yang sedang bertugas membantu agenda
tersebut. Namun, tak perlu menghabiskan waktu lama kami pun dapat melanjutkan
perjalanan menuju pantai sandiki dengan
jalan yang cukup menantang dan ekstrem tersebut. Waktu yang ditempuh selama 2
jam menuju pantai tersebut, tampak dalam perjalanan sebelum sampai pada tujuan
kami telah merasakan suasan pantai yang sunyi dan sepi ketika itu ditemani
hangatnya matahari yang telah sampai pada ufuk tertinggi sebelah timur. Alhasil
tampak keletihan yang dipancarkan oleh masing-masing wajah kami semua dari
perjalanan tersebut, namun penampakan itu dengan sekejap berganti dengan suatu
ketakjuban ciptaan Allah SWT dengan logikaNya yang mana kita belum dapat membayangkan dengan logika-logika
sempit manusia terhadap penciptanya, walhasil tampak dari kejauhan deruan ombak
pantai yang saling mengejar-ngejar,
halusnya spektrum warna yang dipancarkan dengan kemilauan biru nya air laut
yang memukau mata telanjang, dan putihnya
tumpukan pasir pantai yang tidak tahu berapakah jumlah masing-masing butiran
organik Nampak tersusun rapi dalam tumpukan-tumpukan yang teratur tersebut melalui kehendakNya, rasa letih
diwajah masing-masing dari kami sekejap berlalu seperti hembusan angin
yang menyapu wajah.
Tampak tulisan-tulisan peringatan
yang telah dipajang sedemikian kokohnya
menjadi suatu peringatan bagi para pengunjung
untuk berhati-hati agar tidak terikut dalam tarikan arus pantai yang
kuat dikarenakan terdapat palung laut yang ada dalam pantai sandiki ini. kami
pun menikmati kebersamaan ini semua
dengan melepaskan kepenatan dalam jiwa
menyegarkan fikiran-fikiran yang meletiihk an rohani dan jasmani segala aktivitas-aktivitas yang telah kami
lalui masing-masing dari kami melalui permainan-permainan pantai yang cukup
menarik tak terasa matahari telah naik hingga tepat diatas kepala setiap
manusia dan ditandai dengan adzan dzuhur yang itu merupakan tengah hari telah
hadir pada hari itu. Beberapa dari kami sedang asyik dan ada juga yang telah
terlanjur untuk bermain di permukaan hangatnya air pantai di bawah sinar
matahari yang eksis ketika hari itu. Mungkin sebagian dari kami ada yang sedang
mentaburi alam melalui penciptaanNya yang saangat memukau mata telanjang,
bersympony dengan alunan pandangan pemandangan setiap kenikmatan-kenikmatan
yang telah Allah berikan pada setiap hamba-hambaNya tanpa melihat ras, budaya,
etnis, bahkan agama sekalipun.
Hingga tiba waktunya kami pun memutuskan
untuk kembali, tampak lelah bercampur kebahagiaan yang terpancar dari wajah
teman-teman sekalian, namun itu semua tidak menyulutkan semangat kecil kami
untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Hingga tak terasa dalam perjalanan
sesampainya di kampus UMM ( Universitas Muhammadiyah Malang ) senja telah hadir
ketika itu ditandai kumandang adzan maghrib yang eksistensi nya menandakan hari
telah mulai larut dan menjadi peringatan setiap manusia agar dapat merehatkan
pikiran sejenak untuk mengganti kepenatan dari aktivitas harian yang seolah
disulap kedamaian dalam pikiran setiap insan tersebut. Selang beberapa lama
setelah kami menjalankan kewajiban dan kebutuhan kami kepada Rabb Yang Maha
Segalanya, kami pun memutuskan untuk menikmati salah satu kuliner malang yang
dijajakan di pinggiran jalan kawasan kota malang, dan dihangatkan dengan saling bertukar cerita,
kisah, pengalaman nan manis penuh dengan kehangatan mencairkan suasana ketika
malam itu tak terasa malam telah larut, dan akhirnya kami semua telah
menyelesaikan hari itu dengan penuh kebahagiaan walau tampak wajah yang sangat
lelah yang tidak dapat disembunyikan pada raut wajah yang nampak tersebut. Hingga
kami pulang ke “habitat” masing-masing, dengan tampak lelah kami berempat dari
KAMABA JOGJA, kami pun memutuskan untuk merehatkan pikiran sejenak sambil
mempersiapkan diri dan segala kebutuhan lainnya untuk kembali ke Jogja besok
pagi nya
Mungkin ini salah satu bagian yang sangat menarik dari cerita
perjalanan kami ke malang, walaupun kami menyadarinya mengenai beberapa
kebimbangan yang sudah kami bawa semenjak dari Jogja. Kebimbangan tersebut
bukan hal yang begitu rumit menurut saya, tapi hal nya sulit yaitu terkait
dengan financial atau materi yang kami pikirkan berempat.
Namun itu
semua tidak menyempitkan keinginan kami berempat untuk dapat mengunjungi
saudara-saudara kami di Malang. Jum’at
pagi pun menjelang, sambil memepersiapkan diri dengan hal yang lainnya, kami
memutuskan untuk mengisi tenaga dari perut yang cukup terisi dengan adanya
santapan kuliner malam tadi. Dengan keyakinan yang cukup besar walaupun dalam
hati kecil sedikit ragu dengan kebimbangan financial yang cukup kurang, kami
berempat pukul 07:30 WIB dari Malang, dengan mengucapkan basmallah kami
pun melakukakan perjalanan. Kami pun sebaai umat muslim tak lupa akan
eksistensi kami untuk melakukan ibadah kepada Rabb kami. Kami singgah di
Kabupaten Kediri untuk menyelesaikan beberapa hal tentunya sambil beristirahat
sejenak dengan menunaikan ibadah sholat Jum’at. Perjalanan kami lanjutkan hingga
jam 5 sore kami telah sampai di Kota Solo, sambil mampir ke pondok salah satu
dari saudara teman kami. Alhamudulillah tepat pukul 7 Malam, sebelum adzan isya
berkumandang kami semua terlah sampai pada tujuan. Yaa,, perjalanan hampir 12 jam yang sangat
melelahkan di atas kendaraan tersebut ditambah lagi modal yang pas-pasan bahkan
kurang cukup menurut kami, dengan izin Allah kami pun masih diberikan rezeki
dengan masih dapat makan malam kembali. Yaa begitu lah cerita singkat, walau
hanya 2 hari 2 malam di sana bagi aku, dan bashir ma’ruf, dan untuk Riski dan Nuzul 4 hari 3 malam, sehingga cerita singkat
ini dapat ditulis cukup sederhana, dan siapapun tokoh yang terlibat didalamnya
dapat melihat kisah singkat ini.
2 gps manual adalah sebuah singkatan, gps ( gunakan penduduk
sekitar)
**
Pada akhirnya perjuangan yang berat itu akan dibayar mahal
oleh sebuah kebahagiaan yang selalu terkenang oleh mata yang ditransmisikan
oleh otak dan kemudian di integrasikan oleh hati nurani yang terdalam. Bukan
hanya sekedar cerita semata yang diterjemahkan, melainkan sebuah
pelajaran-pelajaran dan nasihat kecil mengenai arti dari sebuah ukhuwah islamiyah
dan persaudaraan kecil yang mungkin beberapa dari mereka telah dibangun selama
3 tahun dan lebih bahkan tak sedikit membangunnya selama 6 tahun dan lebih,
bagaikan sebuah bangunan yang selalu menguatkan satu sama lain, yang senantiasa
mewarnai keindahan-keindahan yang terpancarkan oleh mata masing-masing setiap
insan. Berawal dari sebuah kebimbangan kecil yang terkait dengan financial dan
lain sebagainya, dikarenakan salah satu bahkan mereka semua yakin bahwasanya
ukhuwah islamiyah tak hanya sekedar kekuatan immateri yang didapat melainkan
sebuah materi-materi kecil yang akan mereka nikmati juga. Mereka semua percaya
bahwasanya setiap insan yaitu khususnya umat Nabi Muhammad SAW tidak akan
pernah meninggalkan kehidupan yang fana ini hanya dikarenakan sebuah
problematika yang sederhana, dan keyakinan itu diperkokoh akan sillaturrahim
dengan membangun ukhuwah islamiyah yang cukup kuat sehingga hal-hal yang mereka
tidak sadari terkadang itu semua kan terjadi diluar dugaan akal pikiran
manusia. Karena akal setiap manusia tidak akan pernah dapat menerka skenario
kecil dari Tuhan Semesta Alam. Boleh jadi tanaman yang kecil ini akan
menghasilkan tunas yang sangat mapan dan kokoh sehingga pohon pun akan senantiasa
ikut tumbuh dan mengakar dengan sendirinya diikuti oleh tumbuhnya tunas-tunas
kecil dan bakal biji yang lainnya
sehingga dapat menumbuhkan kekuatan akar pepohonan yang sangat kokoh sehingga
panasnya sinar matahari pun tak sanggup menembus pelita kecil dari rimbunan
dedaunan yang sangat lebatnya dari masing-masing setiap pepohonan tersebut dan
jikalau hembusan-hembusan angin pun dengan gagah beraninya menyapu dengan kekuatannya yang sangat
kencang, lantas pepohonan ini akan sulit untuk menumbangkan rimbunannya yang
padat nan subur itu, dikarenakan pondasi dari akar yang sangat padatnya.
Begitulah ukhuwah islamiyah yang insya Allah dengan izinNya akan senantiasaa
dipupuk dan dirawat dengan kecintaan yang suci terhadap masing- masing
hambanya.
Ukhuwah mereka ini telah lama saling miliki dan saling menguatkan
satu sama lain, hingga komunitas kecil ini menamakan diri mereka dengan sebutan
KAMABA yang berhimbuhan keluarga diawalan singkatannya. Hal ini yang
membuat salah satu nama komunitas ini merupakan salah satu bentuk doa yang
suatu saat akan langsung ditransmisikan oleh kehendak Tuhan semesta alam. Tak
heran jikalau mereka membesarkan akan esensi dari komunitas ini, kecintaan
mereka terhadap sesama saudaranya akan senantiasa bertambah wujudnya dan perlindungan
kecil namun kokoh yang mereka lakukan setiap saat mereka saling membutuhkan
satu sama lain, tanpa mereka sadari mereka telah menjalankan salah satu pilar
penting dalam kehambaan terhadap Allah SWT, yang mana pilar tersebut merupakan
salah satu struktur atau komponen awal untuk dapat menikmati keindahan hidup didunia
dan akhirat, entah mengapa terkadang perbuatan yang kecil ini akan menimbulkan
dampak yang sangat bermanfaat bagi rohani dan jasmani masing-masing dari
mereka. Sehingga persahabatan yang sangat istimewa pun mampu berdiri didalam
hati setiap insan ini,, karena sesungguhnya persahabatan dari ukhuwah islam itu
bukan hanya sekedar bagaimana setiap dari mereka mampu membuat sabagian yang
lain tersenyum dan tertawa, bukan hanya sekedar bagaimana salah satunya menjadi
subjek utama untuk melakukan kecintaan yang menenangkan, dan sungguh sahabat
yang paling beruntung adalah apabila salah satu sahabat yang lainnya senantiasa
saling menasihati dalam makna kebenaran dan menasihati dalam kokohnya kesabaran,
alangkah beruntungnya mereka semua, jikalau ada seorang sahabat nya senantiasa
menyebutkan nama mereka semua dalam selipan doa-doanya yang terkasih nan
romantis kepada Rabb nya yang agung yang tanpa mereka sadari dari doa-doa kecil
nya yang romantis itu kelak, mereka akan bertemu pada seseorang yang sangat
merindukan mereka dengan parasnya nya sangat rupawan ditelaga al-kautsar dengan
penuh kebahagiaan dan sejuknya hati, sungguh betapa bahagianya hati mereka
melihat ukhuwah ini bertemu pada suatu pelita kenikmatan yang sangat banyak
pada suatu hari nanti, panggil nama
sahabatmu jika engkau tidak menemukan salah satu dari mereka didalam surga,
katakan pada Rabb mu tentang kebaikan sahabat mu jikalau engkau tidak menemukan
berdampingan dengan mu di surga kelak…
Aaamiin yaa rabbal alamin…
Wassalamualaikum





Tidak ada komentar:
Posting Komentar