Welcome to my blog@Zulfikaral-fatih.blogspot.com

Jumat, 12 Februari 2016

NASIHAT KECIL KEPADA PARA PEMBURU ILMU



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5c3lar9UIY3ONXA5rYFOLQmVG0Pkii6gSi1Ms3TKhAcgZM6f-Ni9WXCW43z-JtHkqHlO0dUM06_rNG2GNLhrXWncbw1Ne55klUxBeS3Cd6rEJnpTeaIwUldJe6F7c5MTN2uNwyPBmNAM/s1600/a.jpg


Sudah berapa lama kaki kita semua menginjakkan tanah ditempat yang penuh dengan ilmu dan hikmah ?? sudah berapa lama kita berhijrah yang notabennya setiap kita telah mempunyai visi masing-masing ?? sudahkah visi itu menjadi hal yang serupa dari setiap insan yang sama ?? sudah berapa lamakah kita memendam ilmu yang telah diserap oleh pandangan mata telanjang kita yang ditransmisikan oleh otak dan diiringi oleh hati nurani yang ikhlas didalamnya.
Imam syafi’I pernah berkata dengan sindiran halusnya
“Ilmu apabila selalu ditimbun dan ditumpuk-tumpuk yang seperti genenangan air didalamnya, maka yang muncul dan tumbuh adalah suatu kebusukan-kebusukan kalau itu tidak dialirkan untuk beramal dan pengajaran-pengajaran”

Berilah suatu pengajaran-pengajaran yang berarti wahai para pencari ilmu, karena ilmu itu akan berguna jikalu diamalkan dan diajarkan, ajarkan padaku ilmu yang bermanfaaat wahai para pencari ilmu dari apa yang kalian serap dengan penuh keikhlasan ditmpat kalian yang penuh dengan ilmu didalmnya bagaikan lumbung padi yang didapati dengan tumpukan-tumpukan padi didalamnya pasca panen ketika itu. Nasihatilah kami dalam kebenaran nan kesabaran, bantulah kami untuk meraih jalanNya yang lurus, karena suatu saat pengajaran mu akan menarik mu sendiri ke pintu gerbang kebahagiaan yang tidak dapat dibayangkan difikiran setiap insan.
“sampaikanlah dariku walau satu ayat” (HR . Bukhari)

Kelak engkau akan menemukan seseorang yang Nampak wajahnya  bersinar rupawan, diiringi senyuman lebar tergambar dari sisi lekukan matanya dan Nampak jua giginya yang disetiap sela nya memancarkan cahaya-cahaya kecil kemilau, serta mensyahdukkan akan keindahan-keindahan symphony yang terlantun elok nan menawan dalam suaranya, seraya berkata “Marhabban yaa ayyuhal insan, selamat datang, silahkan dinikmati”. Kelak engkau akan menemukan kebahagian itu melihat tampangnya di telaga Al-kautsar tempat seluruh umat manusia menemukan kebahagian dengan salah satu eksistensinya dari wajahnya yang bersinar dikarenakan air wudhunya yang membasahi wajah setiap insan. Tampak laki-laki tersebut senantiasa bahagia apabila ada seseorang yang mendekati telaga tersebut dan disambutnya dengan penuh  keelokan dan kesenangan hati, akan tetapi tak halnya dahinya mengerut seraya syahdu dalam hatinya apabila Nampak insan yang diusir untuk mendekati telaga tersebut.

Wahai para pemburu ilmu, tidak halnya kita memikirkan akan eksistensi kita menjadi seorang pencari ilmu yang agung. Tak halnya seseorang dari engkau merupakan salah satu yang diagungkan oleh Allah SWT, Rabb kita yang Maha Luas yang esensi tidak dapat dilogikan semata  akal dan fikiran setiap insan di dunia ini. Tak ragu juga pada ciptaanNya yang senantiasa menyembahNya tanpa diciptakan oleh cipratan api yang sifatnya cenderung pada kehancuran dengan dikuatkan pada dasar penciptaan oleh cahaya yang lembut, malaikat pun tak ragu untuk membentangkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu  yang senantiasa menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan pada Rabb nya semata. Malaikat pun senantiasa berlomba-lomba untuk mengepakkan sayapnya kepada para pemburu ilmu. Salah satunya ada yang berhasil menaunginya hingga pada penghujung dia duduk sampai ilmu itu selesai diserap oleh insan pada waktu itu , ada yang dapat menaunginya hingga seraya duduk sesaat, ada pula yang dengan malunya malaikat tersebut melapor kepada Rabb nya bahwasanya dia hanya dapat menungi seorang insan yang duduk terlambat dan kemudian insan tersebut beranjak ketika itu dikarenakan suatu udzur yang disandingkannya, dan ada juga malaikat paling terakhir dalam momen tersebut dan sungguh dia lebih malu menunduk untuk laporan penting terhadap Rabbnya seraya berkata “ wahai Rabb ku, aku tidak mendapati seorang insan yang sedang mencari ilmu mu yang mulia kecuali dia hanya sekedar lewat saja pada majelis tersebut yang mana insan tersebut cukup ku naungkan dengan sayap ku ini dalam sesaat”

Kita dapat mengerti akan kemuliaan seorang pemburu ilmu yang berlajar dan mengajarkannya. Tak dapat dipungkiri seorang murabbi yang senantiasa memberikan pengajaran-pengajaran kecil kepada para muttarabbi nya bahwasanya seorang pengajar merupakan suatu kewajiban juga dalam benaknya untuk selalu mengikuti arus global zaman sekarang dengansenantiasa menimba ilmu juga pada lingkungan-lingkungan nya sekitar, sungguh bumi ini luas, ilmu didalamnya sangat tak terkira berlimpah ruah, tidak dapat setiap insan hitung, dan sudah selayaknya setiap insan mencari ilmu selalu hingga ajal menemuinya yang mana saat itu merupakan hal-hal yang tidak ada lagi keraguan-keraguan didalamnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar